PRAKTIKUM VIII
Konfigurasi Dasar Linux
Debian
I.
TUJUAN
a. Mengenalkan Linux Debian dan VirtualBox.
b. Mahasiswa dapat melakukan setting IP
Address pada Debian.
c. Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi DHCP
pada Debian.
d. Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi DNS
Server pada Debian menggunkan VirtualBox.
II.
PERALATAN
a. PC/Laptop dengan Sistem Operasi Windows.
b. Aplikasi/Software Oracle VM VirtualBox
Manajer.
c. ISO Debian 6 yang telah di instal di
VirtualBox.
III.
DASAR TEORI
Debian adalah sistem operasi berbasis open
source yang di kembangkan secara terbuka oleh banyak pemrogram yang sukarelawan
yang ingin mengembangkan debian yang terhubung dalam proyek debian. Sebuah
sistem operasi berisi tentang kumpulan program dasar dan utilitas yang membuat
komputer dapat di jalankan. Sistem operasi debian adalah gabungan dari
perangkat lunak yang di kembangkan dengan model lisensi GNU, dan utamanya
menggunakan karnel linux, sehingga nama populernya adalah debian GNU/linux. Debian
adalah sistem operasi universal, debian ini di katakan iniversal karena distro
ini dapat di gunakan di hampir semua arsitektur komputer. Debian ini dirancang
untuk dapat di gunakan pada server, dextop, maupun laptop.
Oracle VM VirtualBox adalah perangkat
lunak virtualisasi, yang dapat digunakan untuk mengeksekusi sistem operasi
"tambahan" di dalam sistem operasi "utama". Sebagai contoh,
jika seseorang mempunyai sistem operasi MS Windows yang terpasang di
komputernya, maka seseorang tersebut dapat pula menjalankan sistem operasi lain
yang diinginkan di dalam sistem operasi MS Windows.
IV.
PRAKTIKUM
A.
Konfigurasi IP Address
1. Buka VirtualBox, kemudian setting network (jaringan) pada
Debian dengan klik kanan pada file Debian yang sudah dibuat
sebelumnya.
2. Tambahkan
adapter menjadi 2, kemudian jadikan Host Only Adapter.
3. Jalankan Debian.
Log in menggunakan user name dan password debian Anda.
5. Lalu setting
IP Address Debian dengan mengetikkan “nano
/etc/network/interfaces”.
6. Kemudian ketikkan
sesuai dengan gambar dibawah ini. Digit paling akhir address dapat diubah
sesuai keinginan. Kemudian simpan dengan menekan CTRL+O lalu ENTER dan CTRL+X.
9. Jika sama,
maka konfigurasi IP Address pada debian berhasil. Kemudian kita bisa melakukan
tes ping sesuai IP Address yang diinputkan.
B. Setting DHCP Server
1. Masukkan ISO
Debian kedalam VirtualBox, dengan cara mengklik kanan pada gambar CD kemudian
pilih DVD-1-iso.
2. Lakukan instalasi
DHCP Server dengan mengetikkan “apt-get install isc-dhcp-server” lalu tekan ENTER. Tunggu prosesnya hingga selesai.
3. Edit file
DHCP Server dengan mengetikkan “nano /etc/dhcp/dhcpd.conf” kemudian tekan
ENTER.
4. Cari kata “A
slightly ...”, dengan menekan CTRL+W. Kemudian hilangkan tanda pagar yang ada
pada kotak biru dan yang bergaris bawah biru sesuaikan dengan IP dan DNS Anda.
Lalu simpan dengan menekan CTRL+O ENTER CTRL+X.
5. Kemudian
ketikkan lagi perintah “nano
/etc/default/isc-dhcp-server” lalu tekan ENTER.
6. Tahmbahkan
“eth1” seperti yang bergaris bawah biru dan simpan dengan
CTRL+O ENTER CTRL+X.
7. Kemudian restart
DHCP Server menggunakan perintah “service isc-dhcp-server restart”.
8. Pada Client, cari Adapter VirtualBox dan ubah pengaturan IP Addressnya
menjadi DHCP. Klik kanan VirtualBox Host-Only Network è Properties è double klik Internet Protocol Version 4 (TCP/Ipv4) è pilih Obtain an IP Address automatically dan Obtain DNS Server address
automatically è OK.
9. Cek Status IP Address adapter tersebut. Klik kanan VirtualBox Host-Only Network
è Status è Detail.
11. Address dan DNS yang
didapatkan sesuai dengan yang sudah disetting pada Debian. Kemudian lakukanlah
tes ping.
C. Setting DNS Server pada Debian
1. Lakukan Install bind9.
2. Klik kanan
dibagian bentuk CD (Disk) dipojok kanan bawah VirtualBox, masukkan DVD-1.iso.
3. Jika sudah,
kemudian ketikkan “apt-get install bind9”, ENTER. Jika ada pilihan Y/N pilih
saja Y dan ENTER tunggu hingga proses selesai.
5. Selanjutnya ketikkan
“nano /etc/resolv.conf ENTER dan ubah isinya menjadi seperti gambar dibawah
ini, kemudian simpan dengan CTRL+O ENTER CTRL+X.
6. Kemudian ketikkan
“nano /etc/bind/named.conf.default-zones” ENTER. Lalu ketikkan kalimat yang
berada dalam kotak biru dibagian akhir file.
7. Ubahlah kalimat
yang diketikkan dibagian akhir file tadi menjadi seperti pada gambar dibawah
ini. Bagian yang bergaris bawah biru itu nantinya digunakan sebagai file baru,
jadi nama file tersebut terserah saja. Namun harus diawali dengan kata “db”.
Jika sudah selesai maka simpanlah dengan CTRL+O ENTER CTRL+X.
8. Kemudian pindah
folder atau direktori dengan mengetikkan “cd /etc/bind” ENTER.
9. Kemudian copykan
isi file default db.local ke dalam file “db.dns” sesuai dengan yang bergaris
bawah biru diatas. Perintah “cp” adalah untuk mengcopy isi file didalam
db.local ke db.dns. file “db.dns” akan ikut terbuat dengan sendirinya meskipun
sebelumnya kita belum membuat file “db.dns”.
10. Lakukan langkah yang sama pada point 9,
namun file yang dicopy adalah “cp db.127 db.ipdns” ENTER.
11. Kemudian edit
file db.dns dengan mengetikkan “nano /etc/bind/db.dns ENTER.
13. Lakukan juga pada file db.ipdns
dengan mengetikkan “nano /etc/bind/db.ipdns” ENTER.
14. Ubah isinya sesuai dengan
gambar dibawah ini kemudian simpan dengan CTRL+O ENTER CTRL+X.
15. Kemudian restart bind9 menggunakan sintak “service bind9 restart” ENTER.
16. Dan lakukan uji coba
menggunakan “nslookup” ENTER. Garis biru pertama è alamat DNS yang dibuat. Garis biru kedua è IP Address Debian.17. Terakhir, lakukan tes atau ping ke alamat DNS dan IP Address yang telah dibuat.
DIAGNOSA DAN TROUBLESHOOTING MASALAH
Masalah yang biasa terjadi
saat praktikum simulasi Konfigurasi Dasar Debian adalah DNS server mengalami
gagal IP dan domain tidak bisa melakukan komunikasi. DHCP server tidak bisa
melakukan pemberian alamat IP Address ke client. Permasalahan tersebut terjadi
karena ada perintah yang tidak sesuai dengan kondisi seharusnya pada aturan Debian.
Terkadang isi file terdapat tulisan yang salah. Jadi lebih diperhatikan saat
menulis isi file dengan teliti.
KESIMPULAN PERCOBAAN
KESIMPULAN PERCOBAAN
1.
Debian adalah Operating system yang digunakan
untuk membuat server yang berfungsi mengatur dan mengelola sebuah jaringan.
2.
DNS Server adalah aplikasi pada Debian untuk
mengalamatkan domain ke sebuah IP Address.
3.
DHCP Server adalah aplikasi untuk membuat
sebuah jaringan server - cilent dengan mengalamatkan IP Address secara otomatis
ke client.
Terimakasih:)















































