Minggu, 12 Mei 2019

Konfigurasi Dasar Debian

PRAKTIKUM VIII
Konfigurasi Dasar Linux Debian

       I.            TUJUAN
a.       Mengenalkan Linux Debian dan VirtualBox.
b.      Mahasiswa dapat melakukan setting IP Address pada Debian.
c.       Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi DHCP pada Debian.
d.      Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi DNS Server pada Debian menggunkan VirtualBox.

    II.            PERALATAN
a.       PC/Laptop dengan Sistem Operasi Windows.
b.      Aplikasi/Software Oracle VM VirtualBox Manajer.
c.       ISO Debian 6 yang telah di instal di VirtualBox.

 III.            DASAR TEORI
Debian adalah sistem operasi berbasis open source yang di kembangkan secara terbuka oleh banyak pemrogram yang sukarelawan yang ingin mengembangkan debian yang terhubung dalam proyek debian. Sebuah sistem operasi berisi tentang kumpulan program dasar dan utilitas yang membuat komputer dapat di jalankan. Sistem operasi debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang di kembangkan dengan model lisensi GNU, dan utamanya menggunakan karnel linux, sehingga nama populernya adalah debian GNU/linux. Debian adalah sistem operasi universal, debian ini di katakan iniversal karena distro ini dapat di gunakan di hampir semua arsitektur komputer. Debian ini dirancang untuk dapat di gunakan pada server, dextop, maupun laptop.
Oracle VM VirtualBox adalah perangkat lunak virtualisasi, yang dapat digunakan untuk mengeksekusi sistem operasi "tambahan" di dalam sistem operasi "utama". Sebagai contoh, jika seseorang mempunyai sistem operasi MS Windows yang terpasang di komputernya, maka seseorang tersebut dapat pula menjalankan sistem operasi lain yang diinginkan di dalam sistem operasi MS Windows.

 IV.            PRAKTIKUM
A.    Konfigurasi IP Address
1. Buka VirtualBox, kemudian setting network (jaringan) pada Debian dengan klik kanan pada file Debian yang sudah dibuat sebelumnya.

2. Tambahkan adapter menjadi 2, kemudian jadikan Host Only Adapter.

3. Jalankan Debian. Log in menggunakan user name dan password debian Anda.



 4. Kemudian Log in ke root atau Super User.
5. Lalu  setting IP Address Debian dengan mengetikkan “nano /etc/network/interfaces”.



6. Kemudian ketikkan sesuai dengan gambar dibawah ini. Digit paling akhir address dapat diubah sesuai keinginan. Kemudian simpan dengan menekan CTRL+O lalu ENTER dan CTRL+X.





7. Setiap melakukan konfigurasi, kita harus merestart file yang sudah diedit. Ketikkan “service networking restart”.

 8. Cek apakah IP tersebut sudah terkonfigurasi, dengan mengetikkan “ifconfig eth1”. Kemudian lihat apakah sesuai dengan IP Address yang diinginkan.
9.  Jika sama, maka konfigurasi IP Address pada debian berhasil. Kemudian kita bisa melakukan tes ping sesuai IP Address yang diinputkan.

B. Setting DHCP Server
1. Masukkan ISO Debian kedalam VirtualBox, dengan cara mengklik kanan pada gambar CD kemudian pilih DVD-1-iso.


2. Lakukan instalasi DHCP Server dengan mengetikkan “apt-get install isc-dhcp-server” lalu tekan ENTER. Tunggu prosesnya hingga selesai.


3. Edit file DHCP Server dengan mengetikkan “nano /etc/dhcp/dhcpd.conf” kemudian tekan ENTER.
  4. Cari kata “A slightly ...”, dengan menekan CTRL+W. Kemudian hilangkan tanda pagar yang ada pada kotak biru dan yang bergaris bawah biru sesuaikan dengan IP dan DNS Anda. Lalu simpan dengan menekan CTRL+O ENTER CTRL+X.


5. Kemudian ketikkan lagi perintah “nano /etc/default/isc-dhcp-server” lalu tekan ENTER.
 6. Tahmbahkan “eth1” seperti yang bergaris bawah biru dan simpan dengan CTRL+O ENTER CTRL+X.
7.  Kemudian restart DHCP Server menggunakan perintah “service isc-dhcp-server restart”.






   8. Pada Client, cari Adapter VirtualBox dan ubah pengaturan IP Addressnya menjadi DHCP. Klik kanan VirtualBox Host-Only Network è Properties è double klik Internet Protocol Version 4 (TCP/Ipv4) è pilih Obtain an IP Address automatically dan Obtain DNS Server address automatically è OK.

   9. Cek Status IP Address adapter tersebut. Klik kanan VirtualBox Host-Only Network è Status è Detail.






 10. Kemudian lihat hasilnya yang dikotak biru.

11. Address dan DNS yang didapatkan sesuai dengan yang sudah disetting pada Debian. Kemudian lakukanlah tes ping.


C. Setting DNS Server pada Debian
1. Lakukan Install bind9.
2. Klik kanan dibagian bentuk CD (Disk) dipojok kanan bawah VirtualBox, masukkan DVD-1.iso.
3. Jika  sudah, kemudian ketikkan “apt-get install bind9”, ENTER. Jika ada pilihan Y/N pilih saja Y dan ENTER tunggu hingga proses selesai.






4. Jika sudah selesai, kemudian ketikkan “nano /etc/hosts”, dan ubah isi file tersebut seperti gambar dibawah ini. Kemudian simpan dengan tekan CTRL+O ENTER CTRL+X.

5. Selanjutnya ketikkan “nano /etc/resolv.conf ENTER dan ubah isinya menjadi seperti gambar dibawah ini, kemudian simpan dengan CTRL+O ENTER CTRL+X.



6. Kemudian ketikkan “nano /etc/bind/named.conf.default-zones” ENTER. Lalu ketikkan kalimat yang berada dalam kotak biru dibagian akhir file.

7. Ubahlah kalimat yang diketikkan dibagian akhir file tadi menjadi seperti pada gambar dibawah ini. Bagian yang bergaris bawah biru itu nantinya digunakan sebagai file baru, jadi nama file tersebut terserah saja. Namun harus diawali dengan kata “db”. Jika sudah selesai maka simpanlah dengan CTRL+O ENTER CTRL+X.
8.  Kemudian pindah folder atau direktori dengan mengetikkan “cd /etc/bind” ENTER.
9. Kemudian copykan isi file default db.local ke dalam file “db.dns” sesuai dengan yang bergaris bawah biru diatas. Perintah “cp” adalah untuk mengcopy isi file didalam db.local ke db.dns. file “db.dns” akan ikut terbuat dengan sendirinya meskipun sebelumnya kita belum membuat file “db.dns”.
10. Lakukan langkah yang sama pada point 9, namun file yang dicopy adalah “cp db.127 db.ipdns” ENTER.
11. Kemudian edit file db.dns dengan mengetikkan “nano /etc/bind/db.dns ENTER.








12. Ubah isinya sesuai dengan gambar dibawah ini lalu simpan dengan CTRL+O ENTER CTRL+X.
13. Lakukan juga pada file db.ipdns dengan mengetikkan “nano /etc/bind/db.ipdns” ENTER.
14. Ubah isinya sesuai dengan gambar dibawah ini kemudian simpan dengan CTRL+O ENTER CTRL+X.
15. Kemudian restart bind9 menggunakan sintak “service bind9 restart” ENTER.
16. Dan lakukan uji coba menggunakan “nslookup” ENTER. Garis biru pertama è alamat DNS yang dibuat. Garis biru kedua è IP Address Debian.
17. Terakhir, lakukan tes atau ping ke alamat DNS dan IP Address yang telah dibuat.

     DIAGNOSA DAN TROUBLESHOOTING MASALAH

Masalah yang biasa terjadi saat praktikum simulasi Konfigurasi Dasar Debian adalah DNS server mengalami gagal IP dan domain tidak bisa melakukan komunikasi. DHCP server tidak bisa melakukan pemberian alamat IP Address ke client. Permasalahan tersebut terjadi karena ada perintah yang tidak sesuai dengan kondisi seharusnya pada aturan Debian. Terkadang isi file terdapat tulisan yang salah. Jadi lebih diperhatikan saat menulis isi file dengan teliti.
KESIMPULAN PERCOBAAN
1.      Debian adalah Operating system yang digunakan untuk membuat server yang berfungsi mengatur dan mengelola sebuah jaringan.
2.      DNS Server adalah aplikasi pada Debian untuk mengalamatkan domain ke sebuah IP Address.
3.      DHCP Server adalah aplikasi untuk membuat sebuah jaringan server - cilent dengan mengalamatkan IP Address secara otomatis ke client.


Terimakasih:)